Showing posts with label Tips Menanam. Show all posts
Showing posts with label Tips Menanam. Show all posts

Thursday, February 2, 2017

Cara Menambah Kaki Ganda pada Durian

Penambahan kaki pada tanaman atau yang disebut sebagai kaki ganda adalah suatu metode penambahan kaki batang tanaman pada tanaman batang tunggal (utama). Pada mulanya metode ini ditemukan sebagai penanggulangan saat adanya serangan penyakit phytophthota pada jaringan kulit hingga jaringan xilem tanaman. Pengaplikasian kaki ganda memungkinkan tanaman terselamatkan oleh batang cadangan, saat batang utama terserang penyakit dan mati. Metode penyambungan kaki ganda juga seringkali disebut sebagai sambung sisip, dimana jaringan kambium batang cadangan ditempelkan ke jaringan kambium batang utama.

Kaki Ganda Pada Pohon Durian
Apa saja keistimewaan kaki ganda? Metode ini memiliki banyak manfaat bagi tanaman, yakni mengurangi resiko penyakit akar dan batang (seperti Phytophtora palmivora), menyebabkan akar tanaman menjadi kuat, suplai nutrisi tanaman tercukupi, mempercepat pertumbuhan, meningkatkan produksi, serta menghasilkan tanaman yang unik dan cantik. Hal ini menunjukan metode kaki ganda memiliki peluang keuntungan yang bagus untuk dapat diaplikasikan pada tanaman durian. Untuk dapat diaplikasikan, biasanya batang utama yang dipilih adalah yang berasal dari tanaman durian lokal yang mampu bertahan dengan iklim dan tanah tempat tanaman tersebut ditanam. Sedangkan, batang calon kaki dapat berasal dari jenis / varietas apa saja asalkan masih merupakan tanaman durian. Bagaimana cara melakukan penambahan kaki pada tanaman durian? Berikut ini adalah prosedur yang dapat dilakukan untuk menambahkan kaki pada tanaman durian.

  1. Siapkan pohon durian yang ingin disambung sisip, pisau steril yang tajam, tali rafia dan plastik pembungkus transparan yang dapat menutup dengan rapat. 
  2. Pilih tanaman beberapa durian yang sehat, dan segar untuk ditambahkan kakinya. Setelah tanaman durian dipilih, diberi perlakuan khusus dengan mengurangi penyiraman dan tidak memberikan pupuk selama 2-3 minggu. Hal ini dimaksudkan untuk mengkondisikan tanaman durian agar memiliki kandungan air rendah dan kambium yang lebih tebal. 
  3. Letakkan tanaman durian batang utama dan tanaman batang calon kaki cadangan dalam satu polybag. Dalam sekali pemasangan, jumlah maksimal kaki tambahan yang boleh dipasangkan adalah 3 kaki. Jumlah pemasangan kaki yang berlebihan dapat mengakibatkan batang utama menjadi stress dan mati.
  4. Kupas kulit tanaman durian batang utama dari bawah ke atas, pada tinggi yang sesuai dengan tinggi calon kaki cadangan. Usahakan agar kambium batang utama tidak tergores ataupun rusak. Kulit batang yang dikupas jangan dipotong habis, sisakan untuk menutup batang calon kaki tambahan yang nantinya akan disisipkan.
  5. Potong batang calon kaki cadangan dengan bentuk V terbalik. Sisi bagian batang yang terluka dilekatkan pada bagian batang utama yang sudah dikupas. Tutupi batang calon kaki tambahan dengan kulit batang utama yang sudah disisakan. Lakukan hal yang sama pada batang calon kaki tambahan lainnya, jika kaki yang ditambahkan lebih dari satu.
  6. Lapisi dan bungkus sambungan baru tersebut menggunakan plastik transparan dengan rapat. Usahakan agar sambungan terhindar dari air dan penguapan.
  7. Biarkan ikatan pada sambungan batang sampai 4 minggu atau lebih sampai batang terlihat agar tercekik, baru dibuka. 
  8. Untuk kaki tambahan yang akan ditambahkan pada periode berikutnya, tempatkan kaki tersebut diatas mata okulasi untuk memperkuat arsitektur tanaman serta menghindari hama dan jamur penyakit.

Video Tutorial Panduan Membuat Kaki Ganda

Penambahan kaki pada tanaman durian ini paling baik dilakukan saat tanaman durian masih muda usianya. Pada saat usia pohon masih muda, batang pohonnya masih lentur sehingga mudah untuk dilekatkan. Ukuran batang utama sebaiknya lebih besar daripada batang kaki tambahan.
Read More

Tiga Cara Sederhana Melubangi Pipa Hidroponik

Dalam sistem cocok tanam hidroponik, pipa PVC menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan. Baik yang berfungsi sebagai penyangga, pengalir nutrisi, maupun wadah penampung nutrisi. Untuk dapat berfungsi sebagai ketiga fungsi tersebut, tak jarang pipa PVC perlu diberi lubang. Cara termudah untuk membuat lubang pada pipa PVC adalah dengan menggunakan bor listrik. Namun, bagaimana jika tidak memiliki bor listrik? Ada beberapa cara membuat lubang pada pipa PVC.


Cara 1 : Memanaskan pipa sebelum dipotong


  1. Siapkan alat dan bahan berupa pipa PVC, pola lingkaran pada kertas, lilin, pulpen, dan cutter.
  2. Buat pola lingkaran pada kertas dengan ukuran diameter lubang yang diinginkan.
  3. Salin/jiplak pola yang sudah dibuat pada kertas ke badan pipa PVC.
  4. Setelah pola lingkaran sudah tergambar pada pipa, panaskan dengan lilin bagian pipa yang ingin dipotong (pada pola lingkaran). Pemanasan ini berfungsi untuk mempermudah saat pipa PVC akan dipotong dengan cutter. Namun, pemanasan yang dilakukan jangan sampai terlalu panas karena malah dapat menyebabkan pipa PVC menjadi sulit dipotong dan rusak.
  5. Potong bagian yang sudah dipanaskan dengan menggunakan cutter.
  6. Pipa PVC untuk hidroponik sudah terlubangi. Ulangi langkah diatas untuk membuat lebih dari satu lubang pada pipa PVC.

Cara 2 : Melubangi pipa dengan pisau


  1. Siapkan alat dan bahan berupa pulpen untuk memberikan tanda, penggaris, gergaji besi, pisau/cutter yang tajam.
  2. Beri titik pusat lingkaran pada pipa PVC. Kemudian buat lagi empat titik disekeliling titik pusat membentuk bujur sangkar yang mengurung titik pusat. Jarak antara keempat titik ini dengan titik pusat lingkaran adalah ukuran jari-jari lingkaran yang ingin dibuat.
  3. Beri garis pada keempat titik sehingga membentuk pola bujur sangkar. Kemudian potong bujur sangkar dengan gergaji besi. 
  4. Dari pola yang sudah terpotong, buat garis melingkar dimana keempat titik sudut bujur sangkar berada pada garis lingkaran tersebut.
  5. Potong dan rapikan pola dengan menggunakan pisau/cutter, sehingga akan terbentuk lubang berpola lingkaran.
  6. Pipa PVC untuk hidroponik sudah terlubangi. Ulangi langkah diatas untuk membuat lebih dari satu lubang pada pipa PVC.

Cara 3 : Melubangi pipa dengan pipa besi


  1. Siapkan alat dan bahan berupa pipa PVC, pisau/cutter, amplas, lilin/kompor, pipa besi. 
  2. Tentukan ukuran lubang yang ingin dibuat pada pipa PVC. Sesuaikan ukuran diameter pipa besi yang digunakan dengan ukuran lubang yang ingin dibuat.
  3. Amplas salah satu ujung pipa besi agar sedikit lebih tajam.
  4. Beri tanda titik pada pipa PVC yang akan diberi lubang.
  5. Panaskan ujung pipa besi yang telah ditajamkan dengan lilin/kompor. Gunakan sarung tangan saat memanaskan pipa.
  6. Setelah dirasa cukup panas, tekan ujung pipa besi yang telah ditajamkan pada bagian pipa PVC yang telah diberi tanda. Lakukan langkah ini dengan gerakan memutar pipa besi sampai pipa besi panas yang digunakan, dapat menembus pipa PVC.
  7. Lepaskan pipa besi panas tersebut. Cungkil potongan pipa PVC jika potongan tersebut menempel pada ujung pipa besi.
  8. Rapikan lubang yang terbentuk pada pipa PVC.
  9. Pipa PVC untuk hidroponik sudah terlubangi. Ulangi langkah diatas untuk membuat lebih dari satu lubang pada pipa PVC.

Video Tutorial Membuat Netpot Tanpa Bor

Ketiga cara ini dapat menjadi alternatif pembuatan lubang pipa PVC untuk hidroponik jika tidak menggunakan bor listrik.
Read More

Wednesday, February 1, 2017

Tips Meningkatkan Produktivitas Pohon Jambu Air

Tanaman jambu air yang ditanam tumbuh dengan baik, memiliki cabang dan daun yang lebat, tetapi tidak berbuah? Pada tanaman jambu air, biasanya proses tumbuhnya buah terjadi pada saat pohon berusia 6 sampai 12 bulan. Ada berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab pohon jambu air belum berbuah, misalnya pemupukan berlebih, dan bunga yang gagal menjadi buah.

Pemupukan berlebih biasanya terjadi saat salah satu unsur pupuk, seperti nitrogen diberikan secara berlebihan. Pemberian yang berlebihan ini menyebabkan tanaman jambu menjadi sehat dan berdaun lebat namun tidak dapat berbuah. Hal ini dikarenakan, tanaman jambu air kekurangan cahaya matahari untuk memasak makanan.


Faktor kedua yang umumnya terjadi adalah bunga yang belum cukup kuat untuk menjadi buah. Bunga pada tanaman jambu yang telah muncul gugur sebelum menjadi buah disebabkan oleh beberapa hal, seperti kekurangan air, gangguan penyakit atau hama tanaman, cuaca yang ekstrim, maupun penyemprotan yang kurang sesuai. Adakah cara yang dapat dilakukan untuk membuat pohon jambu air menjadi produktif kembali? Berikut delapan tips yang dapat dilakukan untuk membuat pohon jambu air berbuah lebat. 

  1. Lakukan pemupukan yang kedua setelah melalui waktu 6 bulan dari masa tanam. Pemupukan ini dibuat dari 15 kg pupuk kandang dan pupuk TS 100-150 gram. Pemupukan ini dapat dilakukan kembali setelah 3-4 bulan. Selain dengan pupuk kandang, pupuk organik juga tetap diperlukan sampai pohon berusia 2 tahun.
  2. Penyiraman dilakukan setelah pemupukan. Penyiraman tanaman jambu dengan air PAM perlu dilakukan pengendapan air selama semalam. Hal ini dikarenakan air PAM mengandung kaporit yang kurang baik bagi tanaman.
  3. Saat usia pohon mencapai 6-8 bulan, sebaiknya dilakukan perontokan daun sampai pada setiap rantingnya hanya tersisa beberapa helai daun pada bagian pucuk. Daun pohon jambu yang dirontokkan akan merangsang pohon jambu untuk berbuah. Namun, perontokan daun juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan pohon dan cuaca sekitar. Jangan melakukan perontokan daun saat kondisi undara sangat panas.
  4. Selain perontokan daun, pada tanaman jambu juga perlu dilakukan pemangkasan. Pemangkasan ini dilakukan pada bagian tanaman jambu (ranting dan cabang) yang rusak, tidak produktif, dan mengarah ke dalam. Pemotongan yang dilakukan, diusahakan miring ke arah dalam agar tidak terkena air hujan. Bagian terpotong yang terkena air hujan dapat menyebabkan terjadinya pembusukan serta timbul penyakit akibat virus atau bakteri. Hal ini dapat dicegah dengan mengolesi bagian yang terpotong dengan cat atau parafin. 
  5. Lakukan pengikatan pada batang tanaman dengan kawat. Hal ini dilakukan agar pengangkutan karbohidrat ke bagian akar terhambat. Penumpukan karbohidat pada bagian daun dan cabang akan merangsang pohon jambu untuk berbuah.
  6. Lakukan penyemprotan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) selama 2 minggu sekali. Larutan yang disemprotkan sebanyak 1 cc atonik yang dilarutkan dalam 1-2 liter air. Penyemprotan ini juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan, yakni saat udara di lingkungan sekitar pohon jambu air tidak terlalu panas.
  7. Untuk mencegah terjadinya pemadatan media tanam, tanah pada pohon jambu perlu dilakukan penggemburan. Penggemburan dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya kerusakan akar. 
  8. Lakukan teknik stes air. Teknik ini merupakan teknik yang dilakukan dengan tidak menyirami pohon jambu selama 2-3 hari. Hal ini dilakukan agar daun pada pohon tidak tumbuh terlalu lebat sehingga dapat merangsang tanaman untuk dapat berbuah. Namun, sebelum melakukan teknik ini, pastikan tanaman dalam kondisi yang sehat agar tanaman tidak menjadi layu dan mati.
Read More

Tuesday, January 31, 2017

7 Langkah Sederhana Menanam “Si Merah Keriting” dalam Pot

Cabe merah keriting merupakan salah satu jenis cabe yang mudah untuk ditanam sendiri dirumah. Tanaman perdu dengan nama latin Capsicum annuum L. Ini, dapat ditanam di lahan terbuka. Namun, jika lahan terbuka yang dimiliki tidak mencukupi, tanaman cabe merah keriting ini juga bisa ditanam di dalam pot. Bagaimana caranya?


Cara menanam cabe merah keriting dalam pot:


1. Penyiapan bibit
Bibit cabe merah keriting yang digunakan untuk budidaya dipersiapkan. Ciri-ciri bibit cabe yang dipilih adalah yang matang sempurna, kulit cabe segar dan tidak memiliki cacat di badan buah. Bibit dipotong membujur dan diambil bijinya. Kemudian biji cabe direndam dalam air. Biji cabe yang baik dan berisi akan tenggelam dalam air. Setelah diseleksi, biji cabe dijemur sampai kering agar dapat disemai.

2. Persemaian dan pembibitan
Pesemaian dapat dilakukan pada tray, maupun polybag yang sudah diberi lubang untuk drainase. Media semai yang disiapkan, terdiri dari tanah bagian atas (top soil), pupuk kandang, dan arang sekam. Perbandingan campurannya sebesar 1:1:1. Campuran media semai ini diaduk, diayak, dan dimasukan ke dalam tempat persemaian. Kemudian, media semai didiamkan selama kurang lebih 1 minggu di tempat yang terlindung dari  hujan dan sinar matahari langsung. Kemudian, bibit cabe direndam dalam air hangat selama kurang lebih 3 jam. Bibit ditebarkan secara merata pada media semai dengan jarak yang cukup sehingga akar tidak rusak pada saat dipindahkan. Bibit yang telah disemai, disiram secukupnya (kurang lebih kelembapannya mencapai 60%) dan diletakan pada tempat teduh. Bibit akan membentuk kecambah dalam waktu 7-10 hari. Kemudian, bibit dapat dipindahkan ke pot pembesaran setelah 25-30 hari.

3. Persiapan Media tanam dan pemindahan bibit
Media tanam untuk pembesaran tanaman cabe merah keriting terdiri dari tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan rasio 1:1:1. Media tanam ini dimasukan ke dalam pot hingga mencapai 1/3 bagian. Setelah media tanam siap, pindahkan bibit cabe keriting ke media pembesaran dengan hati-hati. Tanaman cabe  akan tumbuh dengan baik pada kondisi tanah yang gembur dan memiliki pH 5,5-7,0. 

4. Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman cabe merah keriting dapat dilakukan dengan penyiraman, penyiangan dan pemasangan tiang ajir. Penyiraman air pada tanaman cabe dilakukan secukupnya (minimal 1 kali sehari saat matahari bersinar terik) agar tanaman cabe tidak mudah terserang jamur/bakteri. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan rumput liar yang dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman cabe. Sedangkan, pemasangan tiang ajir dilakukan untuk memperkokoh tanaman cabe. Namun, pemasangan tiang ajir harus dilakukan pada waktu yang tepat yakni segera setelah penanaman tanaman cabe agar tidak merusak akar tanaman.

5. Pemupukan
Pemupukan tanaman cabe keriting dalam pot dapat dilakukan dengan:

  • Pupuk NPK ditaburkan disekitar pangkal batang saat tanaman berumur 15-20 hari. Pemberian pupuk dilakukan saat media tanam berada dalam kondisi basah, sehingga nutrisinya mudah terserap. Pemupukan dilakukan setiap 10 hari sekali, selama 2 bulan pertama. Kemudian pemupukan dapat dikurangi menjadi seminggu sekali
  • Pemberian pupuk NPK harus diimbangi dengan pupuk organik secara bergantian. Penggunaan pupuk organik yang lebih dominan akan meningkatkan umur tanaman cabe.
  • Tanaman cabe dapat diberikan pupuk daun untuk mencukupi kebutuhan unsur hara makro.

6. Penanggulangan hama dan penyakit
Hama yang biasanya menyerang tanaman cabe keriting adalah kutu daun dan trips. Hama pada tanaman cabe ini dapat dikendalikan dengan pemberian pestisida sistemik maupun penyemprotan insektisida. Selain hama, tanaman cabe juga dapat terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri. Tanaman cabe yang terserang bakteri dapat ditanggulangi dengan bakterisida, sedangkan yang terserang jamur dapat diberikan fungisida.

7. Panen
Cabe keriting dapat mulai dipanen saat tanaman sudah berusia 90 hari.

Download Ebook Budidaya Cabe Merah Keriting
Read More

Cara Membuat Hidroponik Sistem Tetes

Dekade ini, teknologi bercocok tanam tengah mengalami perkembangan yang pesat. Salah satu teknologi tersebut adalah sistem hidroponik. Sistem cocok tanam tanpa tanah yang menggunakan air sebagai media tanam ini, terbagi menjadi 8 sistem secara umum, yaitu :

  1. Sistem Statis
  2. Sistem Wick
  3. Sistem Run to Waste (siram)
  4. Sistem Water Culture
  5. Sistem Nutrient Film Technique (NFT)
  6. Sistem Ebb and Flow
  7. Sistem Tetes
  8. Sistem Aeroponik

Salah satu sistem hidroponik yang banyak diaplikasikan pada skala industri karena kemudahan operasinya adalah sistem tetes. Sistem tetes (drip irigation) dilakukan dengan memberikan larutan nutrisi secara bertahap, setetes demi setetes sepanjang waktu sehingga memungkinkan tanaman mendapat suplai nutrisi yang cukup dan mencegah terjadinya kebusukan. 

Sistem tetes terbagi menjadi 2 jenis, yakni sistem tetes resirkulasi dan sistem tetes non-resirkulasi. Sistem resirkulasi bekerja dengan cara menggunakan sirkulasi larutan secara berulang. Sistem tetes ini lebih efisien karena tidak ada nutrisi berlebih yang akan terbuang. Namun, sistem resirkulasi memerlukan pengaturan pH yang baik karena setelah berulang beberapa siklus putaran, pH larutan nutrisi akan berubah.

Sistem Resirkulasi
Sedangkan pada sistem kedua, sistem non-resirkulasi bekerja dengan mengalirkan nutrisi kepada tanaman tanpa penggunaan berulang. Sisa nutrisi berlebih akan dibuang ke penampungan dibawah pot, tetapi biasanya cairan nutrisi yang terbuang sangat sedikit. Sistem non-resirkulasi membutuhkan timer yang lebih presisi untuk memastikan tanaman akan mendapatkan cukup larutan nutrisi.

Sistem Non Resirkulasi
Pembuatan alat pada sistem tetes membutuhkan biaya yang relatif sedikit. Bagaimana cara pembuatannya?

  • Siapkan peralatan berupa drip emitter, selang inlet ± 5 mm, pipa  PVC atau selang PE (1/2 " atau 3/4”, untuk skala kecil, atau 2”-3“ untuk skala besar), disc filter, pompa, pot/polybag yang berisi tanaman, timer dan wadah penampung nutrisi. Selang inlet dan drip emitter berfungsi sebagai pengalir nutrisi dari pipa ke akar tanaman. Pada polybag/pot, pastikan bagian bawah wadah sudah diberi lubang untuk mengalirkan sisa nutrisi berlebih. 
  • Pasang pipa pengalir nutrisi di sekitar pot/polybag tanaman. Panjang pipa yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Hubungkan pipa nutrisi ini dengan pompa dan wadah penampung nutrisi pada satu sisi serta dengan dripper pada sisi satunya. Daya pompa yang dipakai disesuaikan dengan kebutuhan. Perhatikan pula beberapa varibel saat memilih pompa yang akan digunakan, seperti selisih ketinggian antara wadah penampung nutrisi dan tanaman pada pot, debit keluaran maksimum pompa, serta ukuran sistem drip. 
  • Pasang disc filter pada pipa yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penyumbatan aliran nutrisi. Filter ini dipasang setelah saluran output pompa.
  • Untuk membuat sistem resirkulasi, pasang saluran balik dari bagian bawah pot/polybag menuju ke wadah penampungan nutrisi. Sedangkan untuk membuat sistem non-resirkulasi, cukup letakan penampung pada bagian bawah pot/polybag untuk menampung kelebihan cairan nutrisi.  
  • Lakukan uji coba dengan air biasa. Tempatkan gelas ukur pada ujung driper untuk mengukur volume keluaran air. Lakukan pengukuran jumlah air yang mengalir selama waktu tertentu.
  • Atur laju aliran air sesuai dengan kebutuhan nutrisi tanaman. Pasangkan timer untuk mengatur kapan dan jeda/frekuensi pemberian tetesan nutrisi.
  • Sistem tetes hidroponik sudah dapat dipasang pada tanaman. Peralatan pada sistem ini perlu dicek secara berkala agar kebutuhan nutrisi yang dialirkan sesuai dengan kebutuhan tanaman, serta akan mudah diatasi jika terjadi suatu kendala.
Video Hidroponik Sistem Tetes
Read More

Monday, January 30, 2017

Cara Menanam Adenium dari Batang

Budidaya tanaman hias menjadi salah satu kegiatan yang dapat dilakukan bagi para pencinta tanaman. Adalah Adenium, salah satu jenis tanaman hias yang banyak dibudidayakan karena keindahan dan keunikannya. Tanaman hias yang berasal dari daerah Afrika ini dapat dibudidayakan melalui penanaman lewat biji maupun melalui batang.


Penanaman dari batang sendiri, terdapat dua cara yaitu dengan setek batang, dan sambung batang. Kedua cara menanam ini merupakan cara yang mudah dan cepat dalam budidaya tanaman adenium. Masing-masing teknik penanaman adenium dari batang memiliki keunggulan dan kekurangan. Teknik penanaman dengan setek merupakan cara yang mudah dan praktis untuk mencetak bibit baru. Teknik ini juga memiliki pengaruh yang kecil terhadap kualitas adenium yang dihasilkan.

Kualitas hasil adenium akan bagus jika batang yang dipilih pada tahap penyetekan juga baik dan sehat. Sedangkan, teknik sambung batang memang lebih rumit dan memerlukan ketelitian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan teknik setek. Pada artikel ini akan dibahas cara menanam adenium dari batang melalui teknik setek dan sambung batang.

Cara menanam adenium dengan setek batang :

  1. Siapkan tanaman adenium yang ingin di setek, pisau yang steril, dan larutan perangsang akar.
  2. Pilih tanaman adenium yang sehat, sudah cukup umur, dan memiliki batang yang lurus.
  3. Potong cabang yang dipilih dengan arah miring dengan ukuran kurang lebih 20-25 cm.
  4. Potong pangkal ranting maupun daun yang terlalu banyak. Daun maupun ranting disisakan sebanyak 2-3 buah.
  5. Olesi bagian bekas pemotongan dengan larutan perangsang akar. Kemudian letakan batang adenium pada tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung selama 7 hari untuk mengeringkan bekas pemotongan batang.
  6. Tanam potongan batang pada media tanam yang terdiri dari sekam bakar dan serabut kelapa dengan rasio 1:1. 
  7. Letakan tanaman adenium yang telah ditanam pada tempat teduh. Penyiraman dapat dilakukan selama 2 hari sekali, agar batang adenium tidak cepat busuk. Setelah kurang lebih 2 minggu, setek akan tumbuh tunas.

Cara menanam adenium dengan sambung batang:

  1. Siapkan tanaman adenium yang ingin disambung batang dan pisau tajam yang disterilkan.
  2. Pilih tumbuhan adenium yang memiliki ukuran batang cenderung besar, dan sehat.
  3. Potong bagian batang yang lebih besar seperti huruf V. Bagian ini akan digunakan sebagai bagian bawah.
  4. Pilih batang adenium sehat yang kedua untuk bagian atas. Potong batang adenium tersebut dengan bentuk huruf V terbalik untuk penyambungan. Potong daun dan ranting pada batang yang terlalu banyak sampai menyisakan dua daun.
  5. Satukan kedua batang yang telah dipotong dan ikat menggunakan tali plastik.
  6. Gunakan plastik transparan untuk melakukan penyungkupan selama 7 hari. Usahakan sambungan dapat tertutup plastik dengan sempurna sehingga sambungan tidak akan terkena air. 
  7. Buka sungkup plastik setelah 7 hari. Letakan batang sambungan pada tempat teduh dan bersirkulasi udara baik. Lakukan penyiraman rutin selama 2 hari sekali. Sambungan kedua batang adenium ini akan mengeluarkan tunas dalam waktu 2-3 bulan.

Baik dengan metode setek maupun metode sambung batang, penanaman tanaman adenium sebaiknya memperhatikan beberapa hal, yakni penyiraman, peletakan, dan media tanam. Penyiraman adenium dilakukan secukupnya dan tidak berlebihan. Tanah yang terlalu basah dapat menyebabkan pertumbuhannya terhambat dan akar menjadi busuk.

Tanaman adenium sebaiknya diletakkan ditempat yang mendapatkan sinar matahari yang penuh. Hal ini dikarenakan daerah asal adenium yang berasal dari tempat panas. Dan terakhir, media tanam adenium sebaiknya menggunakan tanah porous yang mudah mengalirkan air, sehingga akar tanaman tidak menjadi busuk.
Read More

Sunday, January 29, 2017

Budidaya Cabe Rawit dalam Polybag

Cabe rawit adalah salah satu komoditi pangan yang banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga sebagai pemberi rasa pedas. Selain memberi rasa pedas, cabe juga memiliki banyak kandungan vitamin yang tentunya bermanfaat bagi tubuh, seperti vitamin A, B1 dan C. Namun, harga cabe seringkali fluktuatif dan menjadi mahal. Padahal tanaman dengan nama ilmiah Capsicum frutescens ini mudah ditanam sendiri dirumah. Tanaman cabe rawit dapat dibudidayakan hanya dengan menggunakan polybag. Apa saja yang harus diperhatikan saat melakukan budidaya cabe rawit dalam polybag?

Penyiapan bibit dan media tanam 
Bibit cabe rawit yang digunakan untuk budidaya dapat dibeli ditoko maupun dipersiapkan sendiri. Bibit yang dipersiapkan sendiri, dipilih dari tanaman cabe yang tidak terserang penyakit dan kuat. Buah cabe yang dipilih juga harus diperhatikan, yakni usia buah sudah benar-benar tua, kulit cabe segar dan tidak keriput. Buah cabe yang telah dipilih, dipotong membujur dan diambil biji cabe pada bagian tengah. Biji cabe pada bagian ini biasanya merupakan biji yang paling baik kualitasnya. Kemudian biji cabe rawit direndam dalam air. Biji cabe rawit yang berkualitas baik akan tenggelam dalam air. Setelah diseleksi, biji cabe rawit dijemur sampai kering agar dapat disemai. Untuk proses budidaya, perlu diperhitungkan pula kisaran jumlah cabe rawit yang ingin dihasilkan. Jumlah ini akan menentukan jumlah polybag tanaman cabe yang harus ditanam.

Budidaya Cabe Menggunakan Media Polybag
Media tanam untuk pembesaran tanaman cabe terdiri dari tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan rasio 3:2:1. Arang sekam pada media tanam berfungsi untuk mecegah terjadinya pemadatan media tanam yang umumnya terjadi di dalam polybag. Media tanam ini dimasukan ke dalam polybag hingga mencapai 1/3 bagian. Polybag diberi lubang pada bagian kiri dan kanan untuk drainase.

Persemaian dan penempatan polybag
Pada proses persemaian dan pembibitan, biji cabe yang ditanam perlu diperhatikan letak dan jarak penanamannya agar akar tidak rusak pada saat tanaman dipindahkan ke polybag pembesaran. Polybag berisi tanaman cabe rawit sebaiknya ditempatkan pada daerah yang tidak terkena sinar matahari langsung, namun masih memiliki sirkulasi udara yang baik. Bibit tanaman cabe rawit membentuk kecambah dalam waktu 7-10 hari. Bibit dapat dipindahkan ke polybag pembesaran setelah berusia 25-30 hari. Pemindahan tanaman cabe rawit ke media pembesaran perlu dilakukan dengan hati-hati agar akar tanaman tidak rusak.

Benih Cabe Disemai
Pemeliharaan
Tanaman cabe rawit dapat tumbuh dengan baik dengan penyiraman, penyiangan dan pemasangan tiang ajir yang dilakukan dengan tepat. Penyiraman air pada tanaman cabe rawit tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Pemberian air yang berlebihan dapat menyebabkan tanaman cabe mudah terserang jamur/bakteri. Pemeliharaan yang kedua, yakni penyiangan. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan rumput liar yang menghambat pertumbuhan tanaman cabe rawit. Ketiga, pemasangan tiang ajir untuk memperkokoh tanaman. Namun, pemasangan tiang ajir harus dilakukan pada waktu yang tepat yakni segera setelah pemindahan tanaman ke media pembesaran, agar tidak merusak akar tanaman.

Selain ketiga cara ini, kondisi tanaman cabe rawit juga harus diperhatikan jika sudah mulai menunjukan kondisi terserang hama. Sebaiknya serangan dari hama segera dikendalikan baik dengan penggunaan pestisida, insektisida, bakterisida, maupun fungisida.

Video Budidaya Cabe Rawit dalam Polybag

Pemupukan
Pemupukan tanaman cabe rawit dalam polybag dapat dilakukan dengan menaburkan pupuk NPK  disekitar pangkal batang saat tanaman berumur 15-20 hari. Pemberian pupuk dilakukan saat media tanam berada dalam kondisi basah, sehingga nutrisinya mudah terserap. Pemupukan dilakukan setiap 2 minggu sekali. Pemberian pupuk NPK juga harus diimbangi dengan penggunaan pupuk organik secara bergantian untuk meningkatkan umur tanaman cabe rawit. Cabe rawit dapat mulai dipanen saat tanaman sudah berusia 90 hari.
Read More

Saturday, January 28, 2017

Tanaman Merambat Tahan Panas

Tanaman merambat merupakan tanaman yang menggantungkan hidupnya pada tumbuhan atau media lain untuk mempertahankan dirinya dalam perjuangan medapatkan sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhannya. Pada habitatnya di hutan, tanaman merambat tumbuh sangat rendah dan nyaris kesulitan mendapatkan sinar matahari, hal ini semakin diperburuk dengan batang tanaman ini yang cenderung kecil dan lemah. Untuk bertahan hidup, tanaman ini berevolusi dan mengembangkan organ lain seperti sulur, akar ataupun duri untuk bisa “menumpang” pada tanaman lain yang lebih tinggi agar kebutuhan sinar matahari dapat terpenuhi. Tanaman merambat kini juga sering dikembangkan sebagai salah satu jenis tanaman hias yang mampu memberikan kesan indah dan menarik pada dekorasi rumah Anda. Dari sekian banyak tanaman merambat yang bisa Anda gunakan, terdapat beberapa jenis tanaman merambat tahan panas yang bisa Anda manfaatkan jika kondisi pencahayaan rumah Anda cukup banyak dan bagus.

Bunga Thunbergia



Tanaman ini pertama kali ditemukan oleh seorang ahli botani asal Swedia bernama Carl Peter Thunberg, karena hal itulah bunga ini diberi nama dari nama akhir si penemunya. Bunga Thunbergia memiliki ciri khas kelopak bunga yang cukup besar, hampir menyerupai bunga terompet, sehingga sangat cocok digunakan untuk menghiasi sudut suatu rumah. Khusus untuk jenis Thunbergia alata, bagian tengah bunganya berwarna hitam khas sehingga sering disebut black-eyed Susan. Selain kecantikan bunganya, Bunga Thunbergia memiliki keunikan lainnya, yakni mekar di pagi hari dan menguncup di sore hari. Tumbuhan ini terkenal tahan panas dikarenakan kebutuhannya terhadap sinar matahari yang lebih banyak dibanding jenis bunga lain.

Bunga Mandevilla Sanderi



Banyak sekali tanaman merambat yang kita jumpai dipasaran, namun dari sekian banyak tanaman tersebut jarang sekali yang menghasilkan bunga dengan warna indah dan beragam. Selain Thunbergia, salah satu tanaman merambat dengan bunga yang menawan adalah Bunga Mandevilla Sanderi. Bunga ini dikenal mampu tumbuh rimbun dan meghasilkan bunga dengan warna-warna cerah yang mampu menghibur mata kita yang memandangnya. Bentuknya yang menyerupai terompet membuat bunga ini memiliki nama lain yaitu bunga terompet. Bunga Mandevilla Sanderi diyakini berasal ari Florida, Amerika Serikat. Kombinasi warna yang paling sering ditemui dari bunga ini adalah pink, merah dan putih. Selain warnanya yang beragam, bunga ini juga memiliki bentuk kelopak yang beraneka ragam pula, salah satu jenis dari bunga ini memiliki kelopak yang menumpuk layaknya bunga mawar. Tumbuhan ini memiliki kemampuan tahan panas karena jika terkena panas yang cukup intens, Bunga Mandevilla Sanderi akan semakin menunjukkan kecerahan warnanya yang memukau.

Rock Soapwort



Rock Soapwort atau dikenal dengan Soapwort merupakan tumbuhan dengan nama unik yang mampu membuat Anda bertanya-tanya ketika pertama kali Anda mendengarnya. Saya yakin Anda pasti bertanya-tanya “Apa hubungan tanaman ini dengan sabun (soap) ?” Tenang, Anda tidak salah karena tanaman dengan nama latin Saponaria ocymoides ini memang sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun. Bagian akar dan daun dari tanaman ini merupakan bahan untuk membuat sabun yang dapat digunakan untuk mencuci atau membersihkan kain yang halus. Bentuk bunganya yang kecil dan rimbun, serta warnanya yang cerah membuat bunga ini sangat cocok digunakan sebagai media dekorasi rumah Anda. Bahkan banyak yang menilai bahwa bunga Rock Soapwort ini jika ditanam secara luas akan terlihat seperti karpet atau beludru indah yang membentang.
Read More

Nama-Nama Tanaman Hias

Kriteria hunian yang sangat nyaman untuk ditinggali adalah aman, bersih dan indah. Tiap-tiap komponen itu harus terpenuhi agar sang penghuni bisa betah untuk menetap dalam sebuah hunian. Dari semua faktor tersebut, faktor keindahanlah yang membutuhkan usaha atau effort yang lebih dalam penerapannya. Untuk membuat hunian yang indah, sang pemilik rumah biasanya menghiasi hunian tersebut dengan dekorasi-dekorasi yang mendukung, baik itu menggunakan metode pengecatan yang baik, menambahkan wallpaper, hingga dekorasi interior yang indah. Tapi sebenarnya jika sang pemilik rumah jeli, ada sebuah bentuk ornamen yang dapat digunakan untuk melengkapi keindahan sebuah hunian. Ornamen ini bahkan tidak hanya memberikan estetika saja tetapi faktor kesehatan serta pemandangan yang menarik mata. Ornamen tersebut adalah tanaman hias.

Banyak sekali jenis tanaman hias yang tersebar di Indonesia dan dapat kita gunakan untuk mempercantik hunian kita. Ada banyak dari tanaman hias itu yang sudah kita kenal karena sering kita temui di kehidupan sehari-hari, tetapi ada juga yang langkah dan mungkin masih awam terdengar di telinga kita. Berikut ini adalah nama-nama tanaman hias yang mungkin bisa Anda jadikan referensi untuk di areal taman hunian Anda atau sekedar pemanis ruangan pribadi/kerja Anda.

Pakis Haji



Pakis Haji atau dengan nama latin Cycas merupakan salah satu tanaman hias yang lumayan sering kita dengar, bahkan di beberapa daerah nama Pakis Haji telah dinobatkan sebagai nama jalan. Namanya yang unik menjadi ciri khas Pakis Haji, dan sampai sekarang pun masih jadi misteri di kalangan banyak orang kenapa tanaman ini dinamakan Pakis Haji, apakah tanaman ini berasal dari Kota Mekah tempat ibadah haji atau yang menemukan pertama kali adalah seseorang yang sudah naik haji, belum ada yang tau alasannya. Uniknya, walaupun dinamakan Pakis Haji, tanaman ini tidak termasuk dalam genus tanaman Pakis melainkan satu-satunya tanaman dalam genus Cycadaceae.

Kuping Gajah



Saat pertama kali kita mendengar nama ini, kita dihadapkan dengan kebingungan apakah ini nama tanaman atau makanan, karena di beberapa daerah nama Kuping Gajah adalah nama sebuah makanan ringan yang terbuat dari tepung. Tanaman dengan nama latin Anthurium Crystallinum ini memiliki ciri fisik yang sesuai dengan namanya, yaitu berdaun lebar dan besar mirip dengan telinga (kuping) gajah. Tanaman Kuping Gajah merupakan jenis tanaman yang tangguh karena tidak perlu banyak disiram dan cukup sedikit saja terkena cahaya matahari, sehingga kita tidak terlalu repot untuk merawatnya.

Sri Rejeki



Terlihat dari namanya, tanaman hias satu ini memberikan daya tarik tersendiri bagi orang awam yang ingin memiliki tanaman hias di rumahnya. Sri Rejeki atau dengan nama latinnya Aglonema merupakan jenis tanaman hias yang memiliki keindahan dari segi daunnya. Warna daunnya yang unik yaitu merah dengan corak hijau kekuningan merupakan daya tarik tersendiri dari tanaman Sri Rejeki. Timbul pertanyaan di benak kita, apakah tanaman Sri Rejeki bisa benar-benar mendatangkan rejeki? Benar, tanaman Sri Rejeki yang daunnya bercorak unik dan mencolok memiliki daya tarik tersendiri di pasaran sehingga harganya bisa sangat tingi.

Lidah Mertua



Lidah Mertua, tanaman unik dengan namanya yang eksentrik ini merupakan jenis tanaman hias yang menawarkan estetikanya dari bentuk fisik daunnya yang berbentuk tegak menjulang dengan ujungnya yang runcing dan tajam. Lidah mertua memiliki banyak manfaat lain, yaitu sebagai pereda radiasi dari barang-barang elektronik di sekitar kita. Karena manfaat tersebut, Lidah Mertua sangat cocok untuk ditanam di areal perkantoran yang sering menggunakan perangkat kerja berupa komputer agar dampak radiasi bisa diminimalisir. Lidah mertua juga bermanfaat menghasilkan Oksigen yang lebih banyak daripada tanaman lainnya.
Read More

Wednesday, January 25, 2017

Jual Umbi Bunga Dahlia

Dari sekian macam tanaman hias dari jenis bunga, pasti kita semua tidak awam dengan bunga satu ini, Dahlia. Bunga dengan nama latin Dahlia sp ini merupakan salah satu primadona dari sekian banyak tanaman hias dari jenis bunga. Secara kategori, bunga dahlia termasuk dalam kategori perdu berumbi dan termasuk golongan tanaman perennial atau tanaman menahun (abadi) karena kemampuan nya untuk bertahan melalui proses reproduksi dan siklus hidupnya hingga mencapai 2 tahun.


Bisa dikatakan, hampir semua jenis Dahlia hibrida atau hasil persilangan berasal dari Negara Belanda tempat bunga itu tumbuh dan dikembangkan hingga menyebar ke seluruh pelosok dunia hingga saat ini. Padahal, dari sejarahnya bunga Dahlia berasal dari Meksiko dan merupakan bunga nasional negara tersebut. Dahlia mengalami transisi ke Belanda setelah pihak Meksiko mengirimkan umbi bunga Dahlia pada tahun 1872 dan hingga saat ini dikenal dengan sebutan Dahlia juarezii.

Secara fisik, karena termasuk jenis parennial bunga Dahlia bisa tumbuh mencapai beberapa meter, namun terkadang tanaman ini juga tumbuh menyerupai tanaman perdu yang tumbuh tidak terlalu tinggi dan bisa ditanaman dalam media tanam berupa pot. Diameter bunga Dahlia terbesar dapat mencapai ukuran 30cm sedangkan untuk ukuran paling kecilnya hanya memiliki diameter 5cm.

Hampir sama dengan jenis bunga lainnya, daun bunga Dahlia berbentuk memanjang dan kecil berwarna hija dengan kontur tulang daun yang cukup terlihat. Varian warna dari bunga Dahlia sangatlah beragam, antara lain : merah, putih, kuning, violet, jingga, ungu, atau bahkan kombinasi dari keseluruhan warna tersebut. Karena warna nya yang beragam, bunga Dahlia sangatlah popular untuk dijadikan tanaman kebun, untuk bunga ucapan, hingga Dahlia yang memiliki warna putih terkadang digunakan sebagai simbol untuk berduka cita.

Kebun Bunga Dahlia
Tapi bagaimanakah kita bisa membudidayakan bunga Dahlia di sekitar lingkungan kita ? Bunga Dahlia bisa dibudidayakan secara vegetatif dan generative. Secara generatif kita bisa menanam bunga Dahlia menggunakan bijinya yang bisa kita dapatkan di toko-toko bunga di sekitar kita. Untuk cara vegetatif teknik stek adalah salah satu teknik yang paling sering digunakan untuk membudidayakan bunga satu ini. Dengan cara stek kita dapat menghasilkan bunga dahlia yang sangat mirip dengan induknya, tapi buat Anda yang belum memahami cara melakukan stek yang benar dan juga ingin mendapatkan hasil terbaik dari budidaya bunga dahlia, Anda juga bisa menggunakan umbi dari bunga dahlia sebagai media tanam.

Banyak tempat yang menyediakan jasa jual umbi bunga dahlia, salah satu referensi yang bisa Anda gunakan untuk membeli umbi bunga dahlia adalah melalui situs bibitbunga .com yang memberikan layanan jual umbi bunga dahlia secara online tanpa perlu membuat Anda repot keluar rumah, cukup pesan dan umbi bunga dahlia diantar langsung ke rumah Anda.

Setelah memahami tentang background dari Bunga Dahlia, varietasnya, ciri fisik, hingga supplier yang memberikan jasa jual umbi bunga dahlia, sekarang tahap paling penting adalah memahami bagaiamana cara merawat bunga Dahlia yang baik dan benar agar mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk tahap penanaman, bunga Dahlia bisa Anda tanam menggunakan media polybag sebelum nantinya Anda pindahkan ke media tanam lainnya seperti pot atau lahan kebun Anda.

Umbi Benih Bunga Dahlia
Saat akan menanam di polybag, pastikan Anda sudah mempersiapkan sekam pupuk kAndan serta campuran pupuk NPK sesuai takaran di dalam polybag tersebut. Hal ini digunakan agar pertumbuhan bunga Dahlia bisa sempurna. Cara perawatan selanjutnya adalah dengan menggunakan metode penjarangan dan penyulaman, penyiraman secara berkala hingga penambahan pupuk jika diperlukan. Tak lupa tambahkan pula pestisida bila diperlukan untuk mencegah kerusakan bunga Dahlia Anda dari serangan hama.
Read More

    Text Widget

    Followers