Sunday, January 29, 2017

Serba-serbi Bunga Gladiol Si “Pedang Kecil”

Bunga Gladiol merupakan salah satu komoditi bunga hias yang berasal dari daerah Afrika Selatan yang tersebar ke daerah Asia, dan Eropa. Tanaman dengan asal kata ‘gladius’ yang berarti pedang kecil ini, termasuk ke dalam family Iridaceae. Gladiol memiliki daun dengan bentuk runcing dan memanjang ke atas dengan panjang 50-80 cm, sehingga digolongkan ke dalam genus gladiolus. Daun pada tanaman gladiol tumbuh secara tumpang tindih sebanyak 1-12 helai. Sedangkan bunga gladiol tersusun atas banyak bunga yang berbentuk tandan (floret). Biasanya jumlahnya mencapai 8-20 kuntum. Berdasarkan warnanya, bunga gladiol diklasifikasikan ke dalam 10 kelas warna, bergantung pada kultivar. Deretan bunga gladiol mulai muncul bersamaan dengan daun ketiga dan berakhir saat munculnya daun keenam. Pada beberapa jenis varietasnya, tanaman gladiol mengandung racun.

Gambar Bunga Gladiol
Bentuk dan warnanya yang indah serta kesegaran bunga yang dapat bertahan cukup lama, menjadikan bunga gladiol banyak dimanfaatkan sebagai bunga hias, maupun upacara keagamaan. Selain digunakan sebagai bunga hias, tanaman gladiol juga memiliki beberapa manfaat di bidang pengobatan. Salah satu bagian dari tanaman ini yang dipercaya sebagai obat adalah umbinya. Umbi gladiol yang berupa bubuk dipercaya masyarakat Inggris untuk dapat mengeluarkan serpihan atau duri pada luka. Sedangkan, oleh masyarakat Afrika gladiol dianggap mampu menyembuhkan penyakit pilek, disentri, sembelit, serta meningkatkan kinerja usus, sehingga gerakannya menjadi teratur. Bubuk dari umbi gladiol yang dicampur dengan susu kambing berkhasiat mengobati sakit perut pada bayi. Umbi gladiol juga digunakan untuk pembiakan dalam budidaya tanaman gladiol. Umbi gladiol dapat dibeli pada beberapa toko online yang menjual bibit umbi bunga, seperti bibitbunga .com. Harga umbi bunga gladiol cukup terjangkau yaitu sebesar Rp 10.000,-

Umbi Bunga Gladiol
Setelah bibit umbi bunga gladiol dipersiapkan, budidaya bunga gladiol sebagai tanaman hias dapat dilakukan. Bibit yang dipilih haruslah yang sehat dan dari indukan yang berkualitas, agar bunga yang dihasilkan juga berkualitas. Umbi gladiol yang baik memiliki karakteristik tubuh yang gemuk dengan inti yang tebal. Sedangkan, ukuran umbi yang baik bergantung pada ukuran tanaman bunga yang ingin dihasilkan. Semakin besar ukuran umbi, tanaman bungan yang tumbuh akan semakin besar. Sebagai tolak ukur, umbi dengan diameter ½ sampai ¾ inci, akan menghasilkan tanaman gladiol yang mencapai 0,6 - 0,9 m. Bibit ini dibiarkan mengalami masa dormansi selama kurang lebiih 3,5 bulan. Sebelum ditanam, bibit ini dapat diberikan larutan insektisida, fungisida maupun pestisida untuk mencegah hama dan penyakit.

Umbi Bunga Gladiol Saat Berumur 28 Hari
Proses budidaya tanaman gladiol tidak terlalu rumit, namun perawatan tanaman harus diperhatikan dengan seksama agar bunga tidak cepat layu. Untuk menanam gladiol, lakukan pembajakan lahan media tanam 2 minggu sebelum penanaman agar tanah menjadi gembur. Media tanam yang digunakan harus sesuai dengan pH yang dibutuhkan oleh tanaman. Lahan ini juga harus dijaga kebersihannya dari gulma, batu dan tanaman lain. Lahan tempat tanaman gladiol ditanam harus terkena sinar matahari secara penuh. Bibit umbi yang ditanam pada lahan diletakkan dengan sisi runcing yang menghadap ke atas. Setelah melalui masa tanam selama 60-90 hari, tanaman gladiol akan berbunga. Namun,  lamanya proses ini juga bergantung pada kultivar, serta kondisi lingkungannya. Biasanya pada musim kemarau, bunga gladiol lebih cepat bermekaran. Untuk pemupukan, banyaknya pupuk yang digunakan bergantung pada kondisi lingkungan seperti tipe dan kesuburan tanah, curah hujan, dan pengairan. Misalnya pada tanah yang berpasir, pupuk yang digunakan harus lebih banyak agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Categories:

0 comments:

Post a Comment

    Text Widget

    Followers