Tuesday, January 24, 2017

Cara Menanam Tomat Dari Biji

Tomat, pertama kali kita mendengar kata tersebut angan-angan kita pasti menerawang pada perdebatan tak berujung, yaitu tomat adalah buah atau sayur. Perdebatan ini sama tidak ada ujung dan tidak ada artinya seperti perdebatan lebih dulu mana telur atau ayam. Mari kita lupakan sejenak perdebatan itu dan mempelajari tentang Tomat dan bagaimana cara menanam tomat dari biji. Tomat yang memiliki nama latin Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum merupakan tumbuhan dari keluarga Solanaceae , yaitu kelompok tumbuhan asli dari Amerika Tengah dan Selatan, lebih tepatnya dari Meksiko sampai dengan Peru. Dengan siklus hidupnya yang sangat singkat seperti jagung, tomat adalah tumbuhan yang mampu mencapai ketinggian tumbuh antara 1 hingga 3 meter.


Berdasarkan sejarahnya seperti yang tercantum pada buku karangan  Andrew F. Smith yang berjudul “Tomato in America”, sejarah geografis tomat kemungkinan berasal dari dataran tinggi pantai Amerika Barat Selatan, namun setelah Spanyol berhasil melakukan penguasaan atas Amerika Selatan, akhirnya tomat tersebar hingga koloni-koloni Spanyol di Karibia. Titik awal penyebaran tomat hingga ke seluruh benua Asia adalah ketika Spanyol berhasil menguasai Negara Filipina, sejak saat itulah tumbuhan tomat berhasil menyebar di Asia hingga akhirnya sampai ke Indonesia.

Banyak sekali teknik atau cara menanam tomat dari biji yang dapat kita terapkan, antara lain : menanam di lahan terbuka, taman ventrikultur, hidroponik maupun menggunakan pot atau polybag. Berikut ini akan kita bahas bagaimana cara menanam tomat dari biji agar bisa menghasilkan panen tomat yang melimpah dan berkualitas.

Step By Step Cara Menanam Tomat Dari Biji


1. Memilih Jenis Benih Tomat yang Sesuai

Banyak sekali varietas tomat yang tersebar di dunia yaitu sekitar 400 varietas tomat yang dapat dikategorikan sebagai varietas unggul. Walaupun secara general kebanyakan orang mengkategorikan tomat dalam 4 jenis saja yaitu jenis tomat buah, tomat sayur, tomat gondola dan tomat cherry. Pastikan sebelum melakukan pemilihan bibit tomat (benih), Anda sudah memperhitungkan faktor luas tanah yang digunakan, iklim, hingga ketinggian lokasi Anda akan menanam biji tomat tersebut. Kenapa? Karena tomat adalah tanaman yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut dalam pertumbuhannya. Teliti biji tomat yang akan Anda beli dan pastikan biji atau benih tersebut sudah sesuai dengan kondisi yang Anda miliki. Jika Anda ingin mencari benih tomat yang berkualitas bagus dengan harga murah, saya merekomendasikan toko online bibit bunga, karena ada ratusan benih tomat yang dijual, silahkan klik disini.

2. Membuat Benih Tomat Sendiri

Ada kalanya Anda terkendala dengan harga benih atau biji tomat yang terkadang terasa sangat mahal bagi Anda yang baru memulai usaha ini. Namun Anda jangan khawatir karena Anda bisa membuat sendiri benih tomat tersebut. Anda bisa menggunakan langkah-langkah berikut dalam pembuatan benih tomat sendiri:
  • Carilah buah tomat yang sudah masak pada pohonnya.
  • Potong buah tomat tersebut, lalu pisahkan biji tomat dengan lendir yang menempel pada buah tomat tersebut.
  • Cara membedakan biji yang dapat digunakan dan tidak adalah dengan cara merendam biji tomat tersebut, buang biji yang mengapung dan gunakan biji yang tenggelam untuk benih.
  • Pisahkan biji tomat yang keriput, cacat dan terlihat tidak sehat. Ambil biji tomat terbaik dan keringkan dengan sinar matahari. Benih tomat Anda telah siap digunakan.

3. Penyemaian Benih Tomat

Benih tomat yang akan ditanam pada media yang luas sebaiknya disemaikan terlebih dahulu hingga batang dan akarnya cukup kuat untuk ditanam. Media penyemaian yang baik adalah dengan menggunakan polybag. Tomat perlu disemaikan selama setidaknya 30 hari atau hingga tanaman tomat tersebut memiliki 5 helai daun. Jika penyemaian menggunakan polybag, tanam biji tomat hingga kedalaman 1 cm dan sirami 2 kali sehari. Perhatikan juga saat melakukan penyiraman agar tidak sampai merusak permukaan tanah tempat bibit tersebut disemaikan.

4. Pengolahan Tanah

Siapkan media tanah dengan pH tanang antara 5,5-7, jika pH tanah kurang dari 5,5 ada baiknya Anda menaburkan kapur dolomit atau kapur pertanian agar pH tanah bisa sesuai (takaran kapur dolomit menyesuaikan pH tanah). Bajak tanah hingga gembur serta buat bedengan dengan ketinggian 30 cm ,jangan langsung diberi pupuk tapi tunggu hingga satu minggu. Setelah satu minggu, tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang agar kesuburan tanah dapat terjaga. Tambahkan mulsa plastik di atas bedengan jika Anda melakukan penanaman di musim kemarau.

5. Penanaman Bibit Tomat

Untuk melakukan penanaman, buatlah lubang dengan diameter 5-7 cm pada mulsa yang telah tersedia di atas bedeng. Pembuatan lubang bisa menggunakan bantuan alat khusus agar semakin mudah. Buatlah dua lajur dalam setiap bedeng yang dibuat, jarak antar lajur adalah 70-80 cm dan jarak antar lubang 40-50 cm. Masukkan bibit yang telah disemai sebelumnya ke dalam lubang yang disediakan (lepaskan terlebih dahulu dari polybag jika menggunakan media polybag dalam penyemaian), timbun dengan tanah dan siram dengan air agar kelembaban tanah dapat terjaga.

6. Perawatan

Banyak sekali teknik perawatan yang dapat dilakukan untuk menjaga tanaman tomat kita dapat tumbuh subur dan sehat. Anda bisa melakukan beberapa teknik perawatan seperti : 
Penyiangan, penyulaman, pemangkasan, menambahkan pupuk tambahan hingga menggunakan lenjeran. Setiap metode tersebut menyesuaikan kondisi di area penanaman tomat. Pilih metode yang sesuai kebutuhan Anda agar proses penanaman tomat tersebut dapat efektif dan efisien. Jangan lupa menambahkan penggunaan pestisida untuk mencegah terjadinya serangan hama bila perlu.

7. Pemanenan

Tanaman tomat biasanya bisa dipanen setelah 60-100 hari setelah proses penananaman, hal ini sangat tergantung dengan varietas tomat yang kita gunakan. Cara perhitungan menggunakan hari terasa sangat riskan jika digunakan karena kadang tidak sesuai dengan perhitungan atau kondisi di lapangan. Anda dapat menggunakan cara lain yaitu dengan melihat kondisi fisik tomat apakah siap panen atau belum. Tomat yang telah siap panen biasanya berubah warna dari hijau menuju warna kekuningan,diikuti oleh batang yang mongering dan daunnya yang mulai berubah menjadi kekuningan. Ketika ciri-ciri fisik tersebut sudah terpenuhi, Anda bisa melakukan pemanenan tomat dan merasakan hasilnya.
Read More

Macam-Macam Tanaman Pangan

Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar tentang istilah ini di lingkungan sekitar kita, bahkan mungkin kita juga pernah memakai istilah ini : “Kalau belum makan nasi , berarti belum makan”. Istilah tersebut muncul karena sebagian besar penduduk Indonesia terbiasa mengkonsumsi nasi (beras/padi) sebagai makanan pokoknya. Kita sudah menjadi sangat terbiasa bahkan tergantung dengan tanaman satu itu hingga kita merasa belum kenyang (belum makan) jika belum makan nasi.


Tapi, tahukah kita jika jenis tanaman pangan tidak hanya padi (nasi) yang biasanya kita konsumsi ? Ada banyak sekali varietas tanaman pangan yang dapat pula kita konsumsi sebagai pengganti nasi, namun secara garis besar, tanaman pangan tersebut dapat kita kategorikan menjadi 3 jenis tanaman pangan, yaitu : biji-bijian, kacang-kacangan, umbi-umbian.

Berikut ini kami akan menjabarkan mengenai macam-macam tanaman pangan beserta nama latinnya yang merupakan bagian dari 3 jenis tanaman pangan tersebut, sehingga mungkin di suatu hari nanti Anda mungkin ingin mencoba tanaman pangan tersebut untuk menggantikan nasi (padi) dalam rangka meningkatkan kesehatan atau mungkin melakukan penghematan.

Tanaman Pangan Biji-Bijian

Pada jenis tanaman pangan biji-bijian, bagian yang digunakan adalah biji atau bulir dari tanaman pangan tersebut yang nantinya digunakan sebagai sumber karbohidrat untuk kita konsumsi sehingga memenuhi syarat untuk menjadi tanaman pangan yang memberikan nutrisi.
  • Padi (Oryza sativa)

Padi merupakan primadona dari segala macam tanaman pangan yang ada di dunia. Hampir setengah dari populasi penduduk dunia dipastikan mengkonsumsi beras (padi). Di Indonesia sendiri, padi atau beras dinobatkan menjadi tanaman pokok setelah kebijakan Presiden RI kedua, Soeharto, yang menjadikan padi atau beras menjadi makanan pokok Indonesia. Secara biologis, padi merupakan kerabat dekat dari golongan rumput-rumputan (Poaceae) dengan ciri fisik berakar serabut dengan batang berkuku dan berongga.
  • Jagung (Zea mays sp)

Dalam perihal tanaman pangan yang paling sering dikonsumsi oleh penduduk dunia, jagung menempati posisi runner up setelah padi. Berbeda dengan padi yang masih kerabat dekat dengan golongan Poaceae, jagung merupakan bagian dari family Poaceae dengan ciri yang hampir sama dengan padi yaitu berakar serabut dengan batang tegak dan beruas. Untuk kategori bahan pangan, pengolahan jagung lebih mudah daripada padi dan bahkan terkadang, dua jenis tanaman pangan ini dijadikan satu kombinasi dalam suatu menu makanan.

Tanaman Pangan Kacang-Kacangan

Jenis tanaman pangan selanjutnya adalah dari jenis kacang-kacangan yang merupakan kerabat dekat dengan polong-polongan (Fabaceae) dengan ciri fisik merupakan tumbuhan berkeping dua (dikotil), dengan ukuran fisik yang cukup besar, dan banyak mengandung karbohidrat, protein serta zat besi.
  • Kacang Tanah (Arashis Hypogeae)

Contoh tanaman pangan dari jenis kacang-kacangan yang paling sering kita temui bahkan konsumsi adalah kacang tanah. Famili dari golongan Fabaceae ini memiliki ciri fisik berupa akar tunggang, memiliki nodul (bintil), batang pendek dan tunggal serta memiliki polong yang tumbuh di dalam tanah. Tanaman ini sangat cocok tumbuh di Indonesia karena kondisi iklim yang sangat mendukung serta kondisi tanah di Indonesia yang sangat subur. Budidaya tanaman satu ini dinilai sangat sederhana namun menguntungkan. Harga kacang tanah kupas untuk jenis kering bisa mencapai Rp 18.000, sangat menggiurkan bukan.

Tanaman Pangan Umbi-Umbian

Secara definitif, tanaman pangan umbi-umbian adalah tanaman yang mengalami modifikasi atau perubahan berupa bentuk, ukuran maupun fungsi dari bagian organ lain suatu tumbuhan. Secara global, fungsi yang berubah dari organ lain tersembu mengarah kepada fungsi menyimpan karbohidrat, sehingga umbi-umbian dapat dikategorikan menjadi tanaman pangan. Jenis umbi-umbian dapat dibedakan menjadi 3 jenis , yaitu : umbi batang , akar dan lapis.
  • Singkong

Jika Anda adalah seseorang lahir di era 80an pasti Anda tidak asing dengan lagu “Singkong dan Keju” yang dinyanyikan oleh (Alm.) Arie Wibowo. Lagu ini sangat popular di masa itu dan menjadikan salah satu tanaman pangan yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia jaman dahulu, khususnya daerah pulau Jawa sebagai ikon dalam lagu tersebut. Singkong adalah makanan pokok yang paling sering dkonsumsi oleh masyarakat Indonesia jaman dahulu sebelum diberlakukannya penyeragaman pangan Indonesia. Tanaman dengan nama latin Manihot Esculenta ini merupakan kategori tanaman perdu yang bisa memiliki ketinggian hingga 7 meter. Karena kepopulerannya, tanaman pangan ini merupakan urutan ketiga dari jenis tanaman pangan yang paling sering dikonsumsi setelah padi dan jagung.
Read More

    Text Widget

    Followers