Wednesday, February 1, 2017

Tips Meningkatkan Produktivitas Pohon Jambu Air

Tanaman jambu air yang ditanam tumbuh dengan baik, memiliki cabang dan daun yang lebat, tetapi tidak berbuah? Pada tanaman jambu air, biasanya proses tumbuhnya buah terjadi pada saat pohon berusia 6 sampai 12 bulan. Ada berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab pohon jambu air belum berbuah, misalnya pemupukan berlebih, dan bunga yang gagal menjadi buah.

Pemupukan berlebih biasanya terjadi saat salah satu unsur pupuk, seperti nitrogen diberikan secara berlebihan. Pemberian yang berlebihan ini menyebabkan tanaman jambu menjadi sehat dan berdaun lebat namun tidak dapat berbuah. Hal ini dikarenakan, tanaman jambu air kekurangan cahaya matahari untuk memasak makanan.


Faktor kedua yang umumnya terjadi adalah bunga yang belum cukup kuat untuk menjadi buah. Bunga pada tanaman jambu yang telah muncul gugur sebelum menjadi buah disebabkan oleh beberapa hal, seperti kekurangan air, gangguan penyakit atau hama tanaman, cuaca yang ekstrim, maupun penyemprotan yang kurang sesuai. Adakah cara yang dapat dilakukan untuk membuat pohon jambu air menjadi produktif kembali? Berikut delapan tips yang dapat dilakukan untuk membuat pohon jambu air berbuah lebat. 

  1. Lakukan pemupukan yang kedua setelah melalui waktu 6 bulan dari masa tanam. Pemupukan ini dibuat dari 15 kg pupuk kandang dan pupuk TS 100-150 gram. Pemupukan ini dapat dilakukan kembali setelah 3-4 bulan. Selain dengan pupuk kandang, pupuk organik juga tetap diperlukan sampai pohon berusia 2 tahun.
  2. Penyiraman dilakukan setelah pemupukan. Penyiraman tanaman jambu dengan air PAM perlu dilakukan pengendapan air selama semalam. Hal ini dikarenakan air PAM mengandung kaporit yang kurang baik bagi tanaman.
  3. Saat usia pohon mencapai 6-8 bulan, sebaiknya dilakukan perontokan daun sampai pada setiap rantingnya hanya tersisa beberapa helai daun pada bagian pucuk. Daun pohon jambu yang dirontokkan akan merangsang pohon jambu untuk berbuah. Namun, perontokan daun juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan pohon dan cuaca sekitar. Jangan melakukan perontokan daun saat kondisi undara sangat panas.
  4. Selain perontokan daun, pada tanaman jambu juga perlu dilakukan pemangkasan. Pemangkasan ini dilakukan pada bagian tanaman jambu (ranting dan cabang) yang rusak, tidak produktif, dan mengarah ke dalam. Pemotongan yang dilakukan, diusahakan miring ke arah dalam agar tidak terkena air hujan. Bagian terpotong yang terkena air hujan dapat menyebabkan terjadinya pembusukan serta timbul penyakit akibat virus atau bakteri. Hal ini dapat dicegah dengan mengolesi bagian yang terpotong dengan cat atau parafin. 
  5. Lakukan pengikatan pada batang tanaman dengan kawat. Hal ini dilakukan agar pengangkutan karbohidrat ke bagian akar terhambat. Penumpukan karbohidat pada bagian daun dan cabang akan merangsang pohon jambu untuk berbuah.
  6. Lakukan penyemprotan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) selama 2 minggu sekali. Larutan yang disemprotkan sebanyak 1 cc atonik yang dilarutkan dalam 1-2 liter air. Penyemprotan ini juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan, yakni saat udara di lingkungan sekitar pohon jambu air tidak terlalu panas.
  7. Untuk mencegah terjadinya pemadatan media tanam, tanah pada pohon jambu perlu dilakukan penggemburan. Penggemburan dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya kerusakan akar. 
  8. Lakukan teknik stes air. Teknik ini merupakan teknik yang dilakukan dengan tidak menyirami pohon jambu selama 2-3 hari. Hal ini dilakukan agar daun pada pohon tidak tumbuh terlalu lebat sehingga dapat merangsang tanaman untuk dapat berbuah. Namun, sebelum melakukan teknik ini, pastikan tanaman dalam kondisi yang sehat agar tanaman tidak menjadi layu dan mati.

0 comments:

Post a Comment

    Text Widget

    Followers