Wednesday, January 25, 2017

Cara Membuat Tanaman Hidroponik

Tanaman Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman dengan menggunakan media air tanpa menggunakan media tanah. Dari faktor sejarah, teknik budidaya tanaman secara hidroponik ditemukan oleh Francis Bacon melalui bukunya Sylva Sylvarum pada tahun 1627. Teknik hidroponik secara harfiah adalah melakukan proses penanaman dengan menggunakan media air berupa larutan nutrisi yang mampu mendukung proses pertumbuhan tanaman. Teknik hidroponik ini bisa digunakan murni hanya dengan air larutan, namun juga bisa menggunakan tambahan media lain sebagai media pertumbuhan akar tanaman, seperti : sabut kelapa, pecahan batu, serbuk kayu, bata genteng dan sebagainya. Dewasa ini, teknik hidroponik ini semakin berkembang dengan kemunculan hidrogel yang dapat dijadikan media alternative untuk bercocok tanam.


Jika dibandingkan dengan cara bercocok tanam konvensional, apakah sebenarnya kelebihan dari teknik bercocok tanam hidroponik? Keuntungan pertama adalah hemat. Teknik bercocok tanam hidroponik mampu menekan biaya untuk lahan yang cukup besar, serta mengurangi biaya penyiraman karena larutan air yang digunakan sebagai media tanam telah cukup menggantikan fungsi penyirama konvensional. Fleksibilitas merupaan keuntungan yang ditawarkan teknik bercocok tanam hidroponik, karena proses bercocok tanam bisa dilakukan di mana saja. Dan manfaat terakhir adalah mengurangi penggunaan pestisida yang dirasa sangat merugikan lingkungan. Agar Anda lebih memahami teknik hidroponik, berikut ini adalah penjelasan cara membuat tanaman hidroponik yang bisa Anda pelajari dan terapkan di rumah.

Panduan Cara Membuat Tanaman Hidroponik

Teknik Larutan Statis

Teknik Larutan Statis adalah salah teknik kuno dari sekian banyak teknik bercocok tanam hidroponik. Teknik ini dirasa paling sederhana dan sangat mudah dilaksanakan karena tidak memerlukan teknik pengaliran larutan nutrisi pada tanaman. Untuk permulaan, kita bisa mempersiapkan wadah atau bejana sebagai media untuk penyimpanan larutan serta untuk media tanam (persemaian) nantinya. Wadah yang bisa kita gunakan antara lain : bak , baskom , ember bahkan botol bekas air mineral. Khusus untuk botol bekas air mineral yang bening atau tembus cahaya, sebaiknya dilapisi terlebih dahulu menggunakan alumunium foil atau plastik hitam untuk menghindari masuknya cahaya yang mampu memicu pertumbuhan lumut.


Jika kita menggunakan botol air mineral sebagai wadah, hal pertama yang kita lakukan adalah memotong botol tersebut menjadi 2 bagian, bagian atas dibalik dan digunakan sebagai media tanam, dan bagian bawah sebagai penampung larutan. Isi bagian bawah botol dengan larutan nutrisi yang telah kita persiapkan sebelumnya, perkirakan agar ketinggian air tidak terlalu tinggi dan merendam akar, hal ini supaya ada celah untuk oksigen bagi akar. Letakkan bagian atas yang telah diisi media tanam (pecahan batu, serbuk kayu, dll) beserta tanaman di atas bagian bawah botol. Pastikan selalu melakukan pengecekkan ketinggian larutan serta tambahkan larutan tiap beberapa hari bila perlu.

Teknik NFT ( Nutrient Film Technique)

Teknik NFT atau dikenal dengan Nutrient Film Technique atau teknik parit logam merupakan bagian dari teknik hidroponik dengan cara mengalirkan larutan nutrisi secara terus menerus melalui akar tanaman. Persiapan yang harus ada untuk menunjang teknik NFT adalah tangki besar (untuk menampung larutan), pipa atau talang serta pompa. Langkah berikutnya adalah melubangi pipa sesuai ukuran tanaman yang digunakan, setelah itu susun sejara berjajar atau bertingkat pipa yang telah dilubangi (menyesuaikan kondisi tempat bercocok tanam).


Letakkan tangki penampung di tempat yang lebih rendah dari pipa dan alirkan perlahan larutan tersebut menuju pipa yang telah disiapkan menggunakan pompa. Aliran air yang melewati akar nantinya akan membentuk lapisan tipis (film) yang digunakan sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhan tanaman tersebut.
Categories:

0 comments:

Post a Comment

    Text Widget

    Followers